Minggu, 26 Januari 2020

konstruksi kuda kuda

Konstruksi Kuda-Kuda
1.      Pendahuluan 
   Konstruksi kuda-kuda ialah suatu susunan rangka batang yang berfungsi untuk mendukung beban atap termasuk juga beratnya sendiri dan sekaligus dapat memberikan bentuk pada atapnya. Kuda-kuda merupakan penyangga utama pada struktur atap. Struktur ini termasuk dalam klasifikasi struktur framework (truss). Umumnya kuda-kuda terbuat dari kayu, bambu, baja, dan beton bertulang.
     Kuda-kuda kayu digunakan sebagai pendukung atap dengan bentang maksimal sekitar 12 m. Kuda-kuda bambu pada umumnya mampu mendukung beban atap sampai dengan 10 meter. Sedangkan kuda-kuda baja sebagai pendukung atap, dengan sistem frame work atau lengkung dapat mendukung beban atap sampai dengan bentang 75 meter, seperti pada hanggar pesawat, stadion olah raga, bangunan pabrik, dan lain-lain. Kuda-kuda dari beton bertulang dapat digunakan pada atap dengan bentang sekitar 10 hingga 12 meter. Pada kuda-kuda dari baja atau kayu diperlukan ikatan angin untuk memperkaku struktur kuda-kuda pada arah horizontal.
     Pada dasarnya konstruksi kuda-kuda terdiri dari rangkaian batang yang selalu membentuk segitiga. Dengan mempertimbangkan berat atap serta bahan dan bentuk penutupnya, maka konstruksi kuda-kuda satu sama lain akan berbeda, tetapi setiap susunan rangka batang harus merupakan satu kesatuan bentuk yang kokoh yang nantinya mampu memikul beban yang bekerja tanpa mengalami perubahan.
     Kuda-kuda diletakkan di atas dua tembok selaku tumpuannya. Perlu diperhatikan bahwa tembok diusahakan tidak menerima gaya horizontal maupun momen, karena tembok hanya mampu menerima beban vertikal saja. Kuda-kuda diperhitungkan mampu mendukung beban-beban atap dalam satu luasan atap tertentu. Beban-beban yang dihitung adalah beban mati (yaitu berat penutup atap, reng, usuk, gording, kuda-kuda) dan beban hidup (angin, air hujan, orang pada saat memasang/memperbaiki atap). 

2.      Dasar Konstruksi Kuda-Kuda 
       Ide dasar untuk mendapatkan bentuk konstruksi kuda-kuda seperti urutan gambar di bawah ini: 
a)   Akibat adanya beban maka titik pertemuan kedua kaki kuda-kuda bagian atas (P) mengalami perubahan letak yaitu turun ke P’, sehingga kaki kuda- kuda menekan kedua tembok ke arah samping. Bila tembok tidak kokoh maka tembok akan roboh.
b)  Untuk mencegah agar kaki kuda-kuda tidak bergerak ke samping perlu dipasang balok horizontal, balok tersebut bekerja untuk menahan kedua ujung bawah balok kaki kuda-kuda. Batang horizontal tersebut dinamakan balok tarik (AB).
c).Karena bentangan menahan beban yang bekerja dan beban berat sendiri kuda-kuda, maka batang tarik AB akan melentur. Titik P bergerak turun ke titik P’, dengan adanya pelenturan, tembok seolah-olah ke dalam. 
d)   Untuk mengatasi adanya penurunan pada batang tarik di ujung atas kaki kuda-kuda dipasangi tiang dan ujung bawah tiang menggantung tengah-tengah batang tarik AB yang disebut tiang gantung.
e)  Semakin besar beban yang bekerja dan bentangan yang panjang, sehingga kaki kuda-kuda yang miring mengalami pelenturan. Dengan adanya pelenturan pada kaki kuda-kuda maka bidang atap akan kelihatan cekung kedalam, ini tidak boleh terjadi.

cara menghitung kebutuhan bata merah

Cara Menghitung Kebutuhan Batu Bata Merah Untuk Rumah Anda

Cara Menghitung Jumlah Batubata dalam 1 m2 Pemasangan Dinding Bata Ada Bermacam-macam Antara Lain:


Lakukan pemasangan batubata terlebih dahulu pada lokasi yang telah ditetapkan, dengan Spesi Mortar dibuat ketebalan standard, oleh Pekerja (tukang batu)
Pemasangan batu bata tersebut buat menjadi bentuk yang beraturan, misalnya persegi panjang, agar mudah dilakukan Pengukuran Luas (Panjang dan Tingginya) nantinya,
Pemasangan batu bata tersebut usahakan seluas mungkin, misalnya targetkan lebih kurang 10 m2.
Setelah pemasangan Batu bata selesai, lakukan Pengukuran secara Detail terhadap Luas Dinding Batu Bata tadi, misalnya didapat Luas Pasangan Batu bata = 11,37 m2.
Selanjutnya lakukan Perhitungan Manual secara detail terhadap Jumlah Batu Bata yang terpasang (seluas 11,37 m2 tersebut), misalnya diperoleh angka 716 bh.

Sekarang bisa kita lakukan Perhitungan, yaitu: Jumlah Batu bata Per-meter Persegi = 716 bh : 11,37 m2 = 63 bh/m2

Minggu, 19 Januari 2020

JENIS JENIS PONDASI

JENIS JENIS PONDASI

Perintah perintah di autoCAD

Pada postingan kali ini kita akan belajar bersama cara menggunakan perintah dasar pada Autocad dan perlu kita pelajari secara seksama mengingkat ini merupakan kunci awal kita untuk belajar autocad selanjutnya dan mengingat kita merupakan pemula khususnya bagi penulis ini masih awam sekali dan perlu banyak belajar pada para senior atau para ahli Autocad dan Pada AutoCAD, selain menggunakan Toolbar yang tersedia, terdapat pula perintah-perintah yang berlaku untuk membantu kita membuat gambar. Menggambar garis, lingkaran, teks, atau bentuk-bentuk lainnya. Setiap penggunaan perintah dalam AutoCAD harus selalu diakhiri dengan menekan tombol enter. Tombol enter disini bisa menggunakan tombol enter biasa atau bisa juga menggunakan tombol spasi.


Daftar Command AutoCAD Yang Sering Digunakan

No
Command Alias
Command
Fungsi
1AARCUntuk membuat garis melengkung
2AAAREAUntuk menghitung area atau luas
3ARARRAYUntuk memperbanyak jumlah objek
4BBLOCKUntuk membuat/ mendefinisikan sebuah block
5BHHATCHUntuk mengarsir sebuah objek
6BOBOUNDARYUntuk membuat boundary/ region dari area tertutup
7CCIRCLEUntuk membuat lingkaran
8CHACHAMFERUntuk membengkokan sudut
9CHPROPERTIESUntuk menampilkan menu properties
10COLCOLORUntuk mewarnai objek
11COCOPYUntuk meng-copy objek
12DDIMSTYLEUntuk memunculkan kotak dialog dimstyle manager
13DALDIMALIGNEDUntuk memunculkan dimensi panjang garis
14DANDIMANGULARUntuk memunculkan dimensi sudut
15DARDIMARCUntuk memunculkan dimensi panjang garis melengkung
16DBADIMBASELINEUntuk memunculkan dimensi panjang baseline
17DIDISTUntuk mengetahui panjang suatu garis
18EERASEUntuk menghapus objek
19ELELLIPSEUntuk membuat objek ellipse
20EXEXTENDUntuk memperpanjang garis
21EXITQUITUntuk menutup program
22FFILLETUntuk melengkungkan sudut
23HHATCHUntuk mengarsir objek
24IINSERTUntuk memasukkan sebuah block
25LLINEUntuk membuat garis
26LALAYERUntuk memunculkan layer properties manager
27LENLENGTHENUntuk memanjangkan garis
28MMOVEUntuk memindah atau menggeser objek
29MIMIRRORUntuk mencerminkan objek
30MTMTEXTUntuk membuat multiline text
31OOFFSETUntuk meng-copy objek berdasarkan jarak tertentu
32OSOSNAPUntuk menampilkan kotak dialog objek snap
33PPANUntuk menggeser layar
34PEPEDITUntuk mengedit sebuah polyline
35PLPLINEUntuk membuat garis polyline
36POPOINTUntuk membuat titik
37POLPOLYGONUntuk membuat polygon
38PRINTPLOTUntuk mencetak atau mem-print
39RECRECTANGLEUntuk membuat kotak atau rectangle
40ROROTATEUntuk memutar objek
41SCSCALEUntuk merubah ukuran objek berdasarkan skala
42TBTABLEUntuk membuat tabel
43TRTRIMUntuk memotong objek
44XEXPLODEUntuk memecah/meng-explode kesatuan objek
45ZZOOMUntuk mengatur ukuran tampilan objek dilayar

STRUKTUR BANGUNAN

Konstruksi adalah Susunan dan hubungan bahan bangunan sedemikianrupa sehingga penyusunan tersebut menjadi satukesatuan yang dapat menahan beban dan menjadi kuat. 

Apa saja elemen utama pada struktur konstruksi bangunan ? berikut ini penjelasannya :

Pondasi Bangunan

Pondasi merupakan bagian struktur yang paling penting walaupun tidak bisa terlihat secara langsung ketika bangunan sudah selesai. Pondasi harus dibuat dengan perencanaan yang matang karena jika salah maka dapat mengancam keamanan bangunan.

Pondasi terbagi menjadi 2 macam yaitu :

Pondasi Dangkal

Jenis pondasi ini hanya masuk beberapa meter bagian saja ke dalam tanah. Pondasi dangkal umumnya dibuat dari beton yang berfungsi untuk meneruksan beban dari dinding dan kolm bangunan ke tanah keras.

struktur bangunan

Struktur Bangunan Tiang Pancang

Pondasi Dalam (Tiang Pancang)

Jenis pondasi ini digunakan untuk menyalurkan beban bangunan ke bagian lapisan tanah sondir di dalam tanah.

Kolom


Definisi dari kolom yaitu bagian dari struktur berupa tiang penyangga pada suatu bangunan yang berfungsi untuk menahan beban aksial tekan vertical  dengan bagian tinggi atas yang ukurannya tiga kali dimensi lateral terkecil.

Jika terjadi kegagalan kolom, maka bisa mengakibatkan komponen struktur lain yang terhubung menjadi runtuh.

Sloof


Secara garis besar, sloof merupakan elemen struktur konstruksi bangunan yang berada dibagian atas pondasi bangunan. Fungsi dari sloof yaitu mengirim beban bangunan atas ke pondasi, sehingga beban dapat tersalurkan dengan baik ke setiap titik pada pondasi.

Selain itu, sloof juga berfungsi untuk mengunci dinding dan kolom agar tetap kuat sehingga tidak roboh ketika terjadi pergerakan tanah. Biasanya untuk bangunan tahan gempa, sloof disempurnakan dengan diberikan angker berdiameter 12 mm dengan jarak 1,5 meter. Angka ini disesuaikan dengan banyaknya tingkat dan tinggi bangunan.

Balok


Elemen yang terbuat dari kayu, beton ataupun baja ini dipasang pada bagian dalam ruangan yang berfungi sebagai penahan rangka pada bagian langit-langit plafon. Beban yang dialirkan pada balok diantaranya adalah beban plat lantai, dinding dan berat beban balok itu sendiri.

Plat Lantai


Pada bagian bawah struktur terdapat plat lantai yang tingginya lebih kecil dibandingkan dengan dimensi struktur lainnya. Beban pada plat menyebar ke berbagai arah dan biasanya digunakan untuk pembangunan Gedung.

Itulah beberapa elemen utama pada struktur bangunan beserta fungsinya. Ketika terjadi perubahan pada suatu bangunan seperti ada lendutan pada lantai, penambahan dan pengurangan lantai, keretakan pada tiang maka harus dilakukan audit struktur bangunan.